Rabu, 09 April 2014

Rindu Untukmu



 
kukirim rindu untukmu
wahai engkau kembara imajiku
yang berumah di laut
di bentangan selat

dan telah kupasang tenda itu
pada tanah lapang di hatiku
sebagai isyarat kata
sebagai pertanda cinta

maka datanglah kekasih
begitu jauh engkau berlayar, begitu jauh
tanpamu, rindu belum apa-apa
belum menjadi apa-apa

Tangerang, 04.03.2014

Bayangmu



 
telah kubentengi diri dengan doa
meski itu tak cukup memahat jeda
menghapus bayangmu di segumpal asa

ia yang telah hadir bersama kelebat waktu
mematri rasa di jantung kalbu
menjadikan hitam-putih serupa abu-abu

mengingatmu serasa mengamini luka
pedih, namun tak jera
demikianlah aku memaknai debar yang telah ada

Tangerang, 03.03.2014

Sore Itu



 
: A³

sore itu ada rasa yang tak dapat diterjemahkan. huruf-huruf seperti menemu kelu, menghantui perasaan. dan aku hanya bisa meringkuk, seperti katamu.

sore itu ada yang tak lagi sama. menafsirkan aksara demi aksara. untuk kembali menuai kecewa.

sore itu, ya sore itu. langitku menjadi abu-abu. antara hitam yang tidak juga putih, atau itukah ragu?

entahlah.

Tangerang, 03.03.2014

Karunia



 
karunia meminang hati
menyapa nurani
diam-diam rindu memulai waktu
menyinggahi kalbu
menorehkan kenangan satu persatu

Tangerang, 2 Maret 2014

Takdir



 
dingin yang hadir
serupa takdir
mengisi ruang kenang
menjelma sayang
doa-doa diterjemahkan
merangkai keping ingatan

Tangerang, 2 Maret 2014