Selasa, 02 Mei 2017

Fajar Di Bromo* Bersama Kenanganmu


: sahabatku, M

dua ratus lima puluh anak tangga menanti
bersama udara dingin hingga ke sendi

awan putih berlapis-lapis
di bawah lembah tertutup kabut tipis-tipis
antara gunung batok dan semeru
cakrawala tak pernah alpa menyeru

harum kopi menguar sesekali
menembus bibir kawah sejak dini hari
deretan pohon-pohon berdiri pucat kaku
menyatu dengan gigil tubuh yang kian beku

seharusnya kita menyaksikan matahari
menerobos pagi; menyempurnakan hari-hari
meski garis takdir telah terhenti
seperti bromo, ingatan tentang dirimu tetap tegak berdiri
kenanganmu tak pernah pergi dari hati

Bromo, 15 April 2017


*Bromo adalah nama sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur yang memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut (termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Jumat Agung*


sebab Dia adalah Sang Pencipta Masa
tiada hari yang lebih istimewa
diciptakannya bumi dan angkasa
alam berduka cita
semesta dilanda gelap gulita

saat kau buka mata, hari bermuram durja
Dia yang rela disalib dan disiksa
dengan hati yang pilu – menderita
menanggung dosa-dosa manusia
Dia yang menebus kesombongan; keangkuhan kita

maka bertobatlah, memohon ampunan-Nya!

Tangerang, 14 April 2017

*Jumat Agung adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peingatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafat-Nya di Golgota.

Sajak Untuk L


pada almanak, angka-angka bebas bergerak
riuh beterbangan menuju satu babak
gemulai gemintang ikut bersorak
ini harimu, nak...

saat pertama aku melihat mata indahmu
memandangku dengan sayu
saat aku mendengar mulut mungilmu
begitu fasih memanggilku; ibu

sebelas tahun berlalu
dan aku masih mengenang semua itu
sebab april telah dibentuk tuhan
menjadi hari yang begitu menakjubkan

ini harimu, nak...

Tangerang, 12 April 2017

Menempuh Perjalanan


: sahabatku, Masdipuro

dari toba hingga ke ujung Lombok
melangkah bersama, berkelompok
mungkin kau lebih hapal sudut-sudut toba
tapi di pulau seribu masjid ini kita bersaudara

menenun ingatan di sukarara
mengunjungi sade yang beratap rumbia
naik cidomo di gili trawangan
tertawa bersama di sepanjang senggigi, mengukir kenangan

tiap langkah akan membawa kita pada sebuah tujuan
demikianlah hakikat dari perjalanan

ketika perjalanan terhenti
perpisahan adalah takdir yang paling sunyi
air mata bukanlah jawaban untuk bertahan
melainkan dengan melepaskan genggaman; perlahan


Tangerang, 7 April 2017

Uma Lengge Dalam Secarik Sasambo


pada bentangan mori
canting malam riuh menari
diabadikannya uma lengge* peninggalan nenek moyang
dengan tiang tiang menumpu pada bebatuan
beratap alang-alang yang dijaga para wanga*
dikelilingi mantra demi mantra

setiap tetesan malam mengurai cerita
pada sehelai sasambo* pusaka
mempertaruhkan jiwa dan rasa
melestarikan legenda, juga budaya

Tangerang, 6 April 2017

*uma lengge merupakan rumah tradisional peninggalan nenek moyang suku Bima.
*wanga adalah arwah leluhur yang bersemayam di atas atap rumah, yang diyakini akan menjaga keselamatan pemilik rumah.

*Sasambo adalah batik yang mengusung adat dan budaya local Nusa Tenggara Barat. Sasambo merupakan gabungan tiga etnis yang mendiami buni Nusa Tenggara Barat yaitu Sasak di Lombok, Samawa di Sumbawa, dan Mbojo di Bima.

Dua Melati


: mengenangmu, Pa

dua kuntum melati
berbunga di halaman pagi
mengirimkan kenangan yang tersusun rapi
sebagai ingatan yang siap dikunjungi

air mata kerap tanpa permisi
jatuh di dada yang yang paling sepi
dua kuntum melati mengangguk sunyi
sebagai tanda -- hati tak pernah terganti


Tangerang, 4 April 2017

Mandalikan*, Sejarah Dalam Sehelai Kain


1/
saat perahu jung dari johor disita
pada tahun 1530 saka
oleh yang berkuasa, pangeran arya mandalika
genderang perang telah ditabuh, di antara saudara sesame

2/
sejarah mencatatnya pada bentangan kain
pada lilin malam yang memeluk ujung canting
menari-nari; berpilin melenting
menjelma titik-titik serupa zikir hening

3/
dilukisnya belah ketupat berbentuk bunga
dengan bintang bersegi lima
krem, kelabu dan soga
membawa doa dalam mantra-mantra warna

4/
Mandalikan
pada lembar demi lembarnya terbalut kesabaran
warisan budaya yang tak tergantikan
jejak tradisi yang senantiasa dipertahankan

Tangerang, 1 April 2017

*Mandalikan adalah salah satu motif batik Banten yang diambil dari gelar yang diberikan kepada Pangeran Arya Mandalika dalam penyebaran Agama lslam.