Kamis, 16 Oktober 2025

Seberapa Jauh Kita Bisa Berdamai Dengan Waktu, Gie


sedangkan kau terlalu jauh berjalan. seperti penantian yang sia-sia. di ujung trotoar dengan lampu hijau yang tak pernah menyala. entah kapan kita bisa melaluinya dengan aman.


kau selalu mabuk dalam kebohongan. hal-hal remeh yang tak menemu jawaban. tidakkah kau lelah. menebak cuaca yang tak kunjung berubah.


di sini, aku masih bergelut dengan pertanyaan itu. seberapa jauh kita bisa berdamai dengan waktu.


Tangerang, 31 Juli 2022

.

.

.

Foto: Gie Zaini

Betapa Jauh Jarak Antara Kita


betapa jauhnya jarak antara kita

setelah titik itu ternyata tak pernah ada

tanda koma yang memberi jeda


berulang kali kita menunggu

berharap akan ada waktu

yang kembali menyapa seperti dulu


betapa jauh jarak antara kita

sejauh matamu yang tak lagi memandangku, di beranda


Tangerang, 26 Juli 2022 (f/a)

Seperti Pollock*


tetes demi tetes yang kau lesapkan

di atas kanvas yang terbentang

berulang kali dimabuk warna

ribuan kali kau pun terjebak dilema

pada pola geometris tunggal yang berbeda


Tangerang, 28 Juli 2022


*Jackson Pollock adalah seniman terkenal asal Amerika yang lahir pada 28 Januari 1912, yang merupakan pelukis abstrak ekspresionis terkenal dengan metode lukisnya yang unik.

.

.

.

Foto: Lukisan Fajar

ik houd van je*


pada pelukan paling mendebarkan

kita jatuh untuk yang kesekian

mungkin, juli adalah bulan kesedihan


yang ada di sekitar kita hanyalah perpisahan

membiarkan sepi dan rindu di ujung kelokan

meski kita duduk saling berhadapan


hidup selalu berlari dari satu kenangan

pada kenangan lain yang memabukkan

semoga luka tak menghapus takdir perjumpaan


Tangerang, 21 Juli 2022


*ik houd van je (dari Bahasa Belanda yang artinya "aku mencintaimu".)

.

.

.

Foto: Gie Zaini

Lokasi foto: Van Alexander Street

Awan Biru


apa yang tidak dimiliki kota ini

selain senyummu yang paling pagi

gagap melintasi waktu demi waktu

tak kunjung sampai pada pintu yang dituju


sudah, terima saja sajak-sajak itu

biar kupinjam awan biru dari kotamu

kota yang kerap bersembunyi

dalam riuhnya bunyi


Tangerang, 13-15 Juli 2022

.

.

.

Foto: Gie Zaini

Padamu


pada pelukmu yang paling pagi

kutemukan tempat sembunyi

dari segala pedih-perih

dan hal-hal yang mungkin terdengar lirih


pada pulas tidurku kau tiba-tiba hadir

entah apakah ini takdir

semisal kau, tempat paling nyaman

menuju pulang -- sesaat sebelum hujan


Tangerang, 6 Juli 2022 (f)

Menghapus Kenangan


kita hanya bicara

bertukar pesan dari senja ke senja

juni ini adalah cerita

yang mungkin kita tuang dalam sketsa


kau melukisnya di atas kanvas

dan aku menuliskannya pada kertas


deretan huruf mana yang menyimpan pelukan demi pelukan

sementara jejak itu kau pupus diam-diam

tiba-tiba wajahku memerah dalam lukisan

apakah kau yang telah menghapus kenangan?


Tangerang, 27-30 Juni 2022 (f)