Selasa, 02 Juni 2015

Seserpih Buih


: EP

kau yang sejenak hadir
memberi sedikit rona pada garis takdir
bagai buih yang menyerpih di tepi pantai
hilang dalam kecipak ombak yang tak kunjung usai
kini kau pergi
segelintir ingatan lingsir ke selatan
seperti kepak camar di gelombang sunyi
isyaratkan rindu dalam aroma kenangan

(aku ingin menjadi tabah
saat kau, dan semua hal yang sementara hanya singgah)

Tangerang, 7 Mei 2015 (E)

Telah Kukirim



: AR

telah kukirim kelopak-kelopak mawar
wangi ditempa gerimis tawar
terbaca sudah satu isyarat di muka altar
sekian luka yang kian memar
sekian perjalanan menempuh nalar
maka sudahi saja perbincangan
dalam hening rahasia hujan

Kedoya, 5 Mei 2015

Di Beranda



: Ayu S Hari

beranda ini begitu sunyi
sejak suratsuratmu tak pernah sampai di sini
tidakkah rindu di dadamu itu
telah beranakpinak menggebugebu
tersesat di antara tik tok jam dinding
yang jarumnya semakin tajam meruncing

ah, mungkin aku yang terlalu bermimpi
sedang penamu telah tandas digilas sepi

Tangerang, 4 Mei 2015

Jumat, 01 Mei 2015

(Kembali) Tersesat



ini hari keramat
tempat wangi luka tersemat
segala pertemuan yang selesai ditetak
akan kembali serupa jejak
seperti ingatan tanpa isyarat
seperti kenangan tak beralamat

ini hari keramat
seperti rindu kita yang telah lumat
nyeri dalam perih yang teramat

Tangerang, May Day 2015

Komposisi Rindu


: AA

sekiranya tabuh waktu kian berderap
izinkan aku melabuhkan harap
pada debar rindu yang kerap
berdentam dalam hangatnya dada
tempat bersemayam air mata, juga bahagia

sekiranya usia dimatangkan jarak perjalanan
kita sibuk menjumlahkan semua degup kerinduan
melerainya satu persatu dalam gemericik hujan
menerka segala wangi kemungkinan
untuk segaris perjumpaan kemudian

Tangerang, 28-04-2015

Kepergian Yang Terus Dikenang



kubiarkan angin menera jejakmu perlahan
menghapus harapan demi harapan yang berdatangan
seperti kenangan, hadir dan meniada bergantian
untuk kembali mengeja mimpi sendirian

kubiarkan angin mengeja cemas yang berjatuhan
membilang luka yang kian nganga sejak hari kesekian
sebelum bahagia ditakdirkan menjadi kepedihan
kita adalah dua camar yang berpasangan

mengapa musim penghujan tak pernah berganti di mataku?
sedang kau, langkah sepasang kaki yang tergesa berlalu

Taman Hati, 21.04.2014