Sabtu, 11 Maret 2017

Hujan Di Buitenzorg*

di sini, kabut seakan tak ada habisnya
rimbun pepohonan menyembunyikan rindu dalam dada
tahun-tahun berlalu, tapi kau bukan lagi yang malu-malu
ragam khayalan telah mendewasakanmu
-- selalu

hujan sepanjang Dramaga hingga Ciawi
seperti ayat-ayat yang senantiasa dibacakan perawi
begitu panjang, tak henti-henti
demikianlah jarak yang tercipta antara kita
antara bayang ingatan dan realita

katakanlah ini cinta, atau apa saja yang berbau jeda
sungguh aku tak ingin ada luka
seperti yang pernah terjadi stasiun kota
sekian purnama yang lalu
saat kau-aku dimabuk sesuatu

jika kau punya waktu untuk mengingatnya
jangan biarkan jarum kenangan bergerak menua

Tangerang, 24 Februari 2017


*Pada masa Kolonial Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg yang berarti “tanpa kecemasan” atau “aman tenteram”.

Sekeping Cinta Di Tugu Lady Raffles*



sejarah telah mengabarkan kenangan
melintasi waktu, melampaui angan
memahat ingatan pada sebaris kata
agar cinta kelak tak alpa

dia yang tak pernah terlupakan
oleh detak jantung sekalipun
meski takdir begitu sunyi memisahkan
namanya senantiasa dalam ingatan

Oh thou whom neer my constant heart
One moment hath forgot
Tho fate severe hath bid us part
Yet still – forget me not”**

Olivia adalah cinta
tak lekang ditelan zaman yang ada
gemuruh asmara di dalam dada
menjelma prasasti sepanjang aorta

Tangerang, 14 Februari 2017

*Tugu Lady Raffles adalah bangunan yang bentuknya menyerupai sebuah gazebo bertiang 8 dan di tengahnya terdapat semacam prasasti, yang letaknya berada di dekat pintu utara Kebun Raya Bogor.

**kata-kata yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles untuk istri tercintanya, Olivia Mariamne Devenish alias Lady Raffles.

Langit Di Bawah Mausoleum Van Motman*

1/
matahari belum beranjak pergi
ia masih memandang hari demi hari
pada pilar-pilar yang tegak berdiri
berselimut lumut di kanan dan kiri

2/
kamboja luruh di dadanya
sesaat setelah melarung nama-nama
sebab kematian bukan kepedihan
ia hanya takdir yang memisahkan

3/
seperti angin
peziarah berdatangan
melewati runduk batang pisang dan pohon lada
menyapa tuhan, menitip doa

4/
mengurai kenangan di bawah langit mausoleum
membentang jauh putaran musim
yang fana begitu singkat
keabadian semakin mendekat

Tangerang, 23 Februari 2017


*Mausoleum Van Motman adalah sebuah komplek pemakaman keluarga Van Motman, yaitu salah satu orang terkaya di kota Bogor pada zaman Kolonial Belanda, yang terletak di Kampung Pilar, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Dari Balik Jendela




angin bertiup kencang
awan-awan tipis membentang
saat kita bertukar kenang

dari balik jendela
februari membaca tanda
di rekah kelopak bunga

oh, semilir angin tak kenal cuaca

sepasang mata mengintai dari balik jendela
sekelumit tanya rekat menyisa
tinggalkan ragam rahasia

Tangerang, 11 Februari 2017|

Halimun






telah kubangun jalan paling hening
pada deretan rumah-rumah yang telah kuhapal warna dindingnya
kupu-kupu beterbangan di atas rimbun kemuning
mencari jalan pulang di antara remah cuaca

telah kutuliskan dalam lembar kenangan
pada riuh pagi di ujung gang itu
kali pertama aku belajar membunuh ingatan
mengeja satu demi satu; waktu ke waktu

Pesanggrahan, 3 Februari 2017|

Siang Di Toko Merah*


 
langit di seberang ciliwung pernah menjadi saksi
puluhan ribu nyawa dibantai mati
tiba-tiba waktu bagaikan terhenti

merah yang menyergap sudut mata
bukti sejarah yang nyata
dengan karpet merak melapisi tangga
kokoh berdiri meski di makan usia

Toko Merah - demikian nama yang terbaca
di sebaris papan tua - di sudut kota
kami menyebutnya; Jakarta

Jakarta, 29 Januari 2017

*Toko Merah adalah sebuah peninggalan bangunan kolonial Belanda yang terletak di tepi barat Kali Besar, Kota Tua Jakarta.

Senin, 20 Februari 2017

Imlek




wangi kayu garu menandai masa
bunga-bunga sesaji aneka warna
menembus kepulan asap dupa
bersihkan rumah dari segala debu-debu
agar terhindar nasib buruk di masa lalu
tak lupa tempelkan chun lian* dan nian hua*
kelak keberuntungan menyertai senantiasa
di atas meja telah terhidang nian gao*
dan juga beberapa angpao*
tak ketinggalan seperangkat cangkir bergambar naga emas
sebagai suguhan teh panas
hujan mengiringi setiap permohonan
setiap sujud dan doa-doa yang dilarungkan
semoga di tahun depan penuh kesejahteraan

Tangerang, 28 Januari 2017/Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili

*chun lian adalah sepasang kalimat yang berbentuk puisi yang ditempelkan samping kiri dan kanan pintu, tiang, jendela maupun dinding.
*nian hua adalah gambar maupun lukisan-lukisan yang bertema Tahun Baru Imlek.
*nian gao adalah kue keranjang.
*angpao adalah amplop merah.