Sabtu, 20 Juni 2015

oi



nyiur melambai
perahumu karam di tepi pantai
diterjang gelombang yang tak kunjung usai
oi, semua luruh sansai!

tangerang, 12 juni 2015 (e)

Tok



tok tok tok, kuketuk pintu
pagi yang membisu
terduduk di bangku kayu
jangan biarkan rindu menunggu

Tangerang, 09-06-2015

Koma




hanyalah jeda
untuk menyatukan jarak yang ada
dalam rentang antara kita

Tangerang, 8 Juni 2015

Kepulangan



terlalu banyak yang ingin kulupakan
sekoper kenangan tentangmu
riuhnya sepasang kecupan
juga mata yang selalu memelukku, matamu
yang menyimpan keping rahasia di rentang waktu
mengalir ke sungai-sungai sepi
singgah di hilir yang sunyi
sebagai air yang jatuh
sebagai alamat berlabuh
dari sebuah kepulangan yang jauh

Tangerang, 05/06/2015

Di Berandamu



sepasang kursi yang berjajar rapi
duduk memandangi sunyi
menghitung takdir kedatangan-kepergian
beberapa hangat kecupan, juga lambaian tangan
sepokok lamtoro di samping kanan
lebat menangkup setiap guguran
dari daun yang berjatuhan

di berandamu, musim tumbuh berganti
seperti percakapan di remah cuaca
memperdebatkan bahagia atau air mata
yang membisikkan rahasia paling sepi
pada desau semilir angin pagi

Larinda, 3 Juni 2015 (E)