Sabtu, 14 Desember 2013

Kepada Ombak

 
- di Pantai Palippis

namamu ombak
memecah dalam pantaiku
mengalun
menghempas
melaju bahtera
dalam cahaya senja

namamu ombak
menerjang barisan karang
membuih
merepih
mengutuk lautan
sesatkan buritan

namamu ombak
gemuruh di dadaku!

Tangerang, 20 November 2013



* Pantai Palippis adalah pantai yang terletak di kabupaten Polewali Mandar (Sulawesi Barat) yang berada di sisi barat pulau Sulawesi dan berhadapan langsung dengan laut yang memisahkan antara Pulau Sulawesi dengan pulau Kalimantan dan pulau Jawa.

Takdir


 
barangkali kita yang tak pernah bosan
mengeja kata-kata dalam hujan
atau gambar-gambar yang salah ditafsirkan
sebagai pertanda kehidupan

kita, adalah sepasang kesalahan yang ditakdirkan
untuk tetap berada dalam kegelapan

barangkali cerita kita tak akan berkesudahan
atau barangkali tangan ini tak lagi sanggup bergenggaman
biar, biar semua menjadi kenangan
dan kita pun berjalan, dalam langkah yang berlawanan

Kedoya, 18 November 2013

Kemarahan Yang Api


 
kemarahanmu yang api
menelanjangi kata-kataku
membakar jutaan huruf mati
yang tersimpan dalam laci kehidupanku

dari sudut balkon kau jelajahi diri
tak ada yang lebih sepi dari sunyi itu sendiri
senja yang tenggelam dalam hening malam
mengusir kicauan burung gereja di batas cakrawala

lalu diam-diam kau tuang amarah
dalam secangkir gelisah
yang kau aduk merata di sekeliling tubuhmu
hingga meleleh ragaku menjadi abu

kemarahanmu yang api itu
membuatku terjebak dalam arus waktu masa lalu

Kedoya, 18 November 2013

Membaca Peta Pagi


 
membaca peta pagi
mengeja dunia di geliat hari
mimpi-mimpi belum usai diterjemahkan
saat sang surya datang kepagian

wajah-wajah penuh asa
berbaris rapi di pendar cahaya

membaca peta pagi di keningmu
kutitip senyum pada daun waktu
melangkahlah, nak…
tinggalkan kantukmu sejenak

Tangerang, 15 November 2013

Puisi Abadi

 
: kepada Papa

tak ada puisi yang abadi
selain kenangan bersamamu
ingin ku tertidur dipelukmu
seperti kanak-kanak dulu
bergenggaman tangan
bersama saling menguatkan

terasa saja kau masih ada di sini
singgah diam-diam, menemani
selalu hadir di mimpi-mimpi
tak sedetikpun terlewati
hingga ku terbangun dan menyadari
dirimu telah pergi

tak ada puisi yang abadi
selain namamu di hati…

Kedoya, 12 November 2013