Sabtu, 08 Februari 2014

Penyihir Kata-Kata



kata-kata serupa mantra
membaca tanda, mencari makna
dalam gemerlap cahaya

kata-kata menjadi doa
terbang jauh mengangkasa
menuju batas nirwana

kata-katamu adalah mata
menusuk di kedalaman dada
penyejuk jiwa dahaga

Tangerang, 19 Januari 2014

Menghitung Rindu, Membilang Namamu


 
rindu masih biru
menapaki dinding-dinding waktu
ada yang menyeru namamu
dalam gerimis yang paling syahdu

beri aku bunga yang paling mawar
pengganti rindu yang mendebar
sepi kini menjelma getar-getar
merasuki jiwa yang menggelepar
membaca cahaya, mengurai pendar

rindu masih biru
singgah mengetuk pintu
begitu restu…
begitulah selalu kusebut namamu

Kedoya, 16 Januari 2013

* Dimuat di Lumbung Puisi 2014

Kau Yang Di Sana



 
: Moh.Ghufron Cholid

kau yang di sana
setia memanah kata-kata
membilang sebait doa
dzikir pun mengudara

kau yang di sana
khidmat merapal mantra-mantra
dalam segaris takdir asa
yang terpisah samudera

Tangerang, 15 Januari 2014

Aku Mengetuk Pintu-Mu




aku mengetuk pintumu
memohon ampun atas segala dosa
dan kesombongan atas nama riya
yang kadang terlupa karena berbagai rasa
hingga lena dalam khilaf-Mu

aku mengetuk pintu-Mu
sujudku tak terhenti waktu
takbirku berkumandang dalam khusyu’
di atas sajadah panjang terurai
airmata menderas terburai


aku mengetuk pintu-Mu
ijinkan aku berlindung selalu
di bawah lembut belaian-Mu
dan tangan kasih-Mu
setiap waktu...

Tangerang, 7 Januari 2014

* Dimuat di Event Puisi Ramadhan dan Cinta (Grup Tarian Pena Islami)

Di Ujung Waktu


 
: Yunizar Nassyam

langit masih biru
namamu berkelebat dalam waktu
barangkali kau kini telah jemu
menahan semua tuduhan bisu

berulang kali kupanggil namamu
hanya angin yang menjawabnya selalu
tak adakah sedikit saja rasa itu
yang tersisa untukku

Tangerang, 7 Januari 2014