Rabu, 01 April 2015

Ombakmu, Papuma*


desir angin menabuh gelombang
bergulung buih menghempas semenanjung
debar jantungmu melantunkan ombak
menggulung rindu, menghapus jejak

kupanggil namamu di sepanjang hutan jati
o, papuma yang berbisik sunyi
aku berjalan tertatih
di sepanjang hamparan pasir putih

ketika tujuh karang bercerita
kisahmu tersimpan dalam legenda
hidup bersama rahasia waktu
kekal dalam sajak-sajakku

Tangerang, 9 Januari 2015

*Papuma adalah sebuah pantai yang terletak di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, 45 kilometer arah selatan kota Jember (Jawa Timur).

Rindu Yang Memar


pada rindu yang kian memar
namamu masih terbaca dalam denyar
kaki-kaki musim gugurkan dedaun dengan gemetar

di keningmu, sepi seakan enggan beranjak
aku tak sempat mencegahnya barang sejenak
membiarkan bayangmu menjelma sajak-sajak

sebab waktu serupa takdir sunyi
yang menulikan telingamu sendiri
meski kuteriakkan kenangan itu, berkali-kali

Legok, 07/01/2015

Obituari Laut


: A3

I
ia belum selesai menghapal laut
ketika gelombang menyapu hanyut
tetes air mata jatuh berdenyut-denyut
mengabarkan kerinduan yang kian larut

II
kepada pesisir pantai, tempat sajak menggores jejak
kepada angin yang memburu gelombang
dikabarkannya obituari saat camar mengepak
hingga hilang buih yang menyerpih di ujung tanjung

III
pada akhirnya ia tinggalkan laut itu
digulungnya rindu dari bait-bait ragu
sebelum gelombang kembali pasang
sebelum camar mengepak pulang

Tangerang, 05.01.2015

Di Bawah Lindungan Ka'bah*


jika memang tuhan kita sama
percayalah bahwa kau-aku tak sendiri di sana
meski cinta dan keyakinan dipertaruhkan kelak
ada jiwa yang bermandikan cahaya
di bawah lindungan Ka'bah tertinggal jejak
begitu mulia, bagai wangi tanah surge

Bandung, 4 Januari 2015

*Seusai menonton film Di Bawah Lindungan Ka'bah (2011), yang dibuat berdasarkan novel Hamka (Balai Pustaka, 1938) dengan judul yang sama. Pernah juga diadaptasi menjadi film dengan judul yang sama pada tahun 1981.

Pada Debur Ombak


ada sepi yang terbaca di udara
saat jejakmu telah susut
buih-buih perlahan beringsut
berderai membentur bebatuan berlumut
menghantam dada samudra

ada yang terlupa, pada sepasang tatapan mercusuar
dari lagu gelombang yang paling samar
luluh air mata menjelma kepak camar
seumpama rindu, kaulah debur ombak yang tak mudah surut
bersamamu, aku hanyut

Bandung, 02/01/2015

Selasa, 31 Maret 2015

Kwatrin Seribu Hari


doa-doa melangit
lesap menjerit
syahdu kian terakit
dalam untaian bait-bait

Bandung, 27 Desember 2014