Minggu, 06 April 2014

Perjalanan



 
doa-doa mengangkasa
debar harap tunbuh di dada
rerupa wajah silih berganti
menggali kenangan, serupa mimpi

kita melukis arah di atas cakrawala
menggigilkan dingin yang tak juga mengudara
subuh yang penuh embun di atas kereta
sajak-sajak berlarian di pagi buta

perjalanan ini penuh kelok
mungkin saja tiba-tiba akan berbelok
entah di tikungan mana angin berhenti menyapa
melipatnya diam-diam dalam genang asa

Tangerang, 22 Februari 2014

Kepada Engkau, Yang Mencintaiku



 
ketika bibirku tak lagi sanggup
berkata-kata atau sekedar mengucap
maknailah segala yang ada di hati
segala sunyi serupa puisi

barangkali suatu saat engkau seperti sang perindu
yang memanggil-manggil di di kelokan itu
meski aku mungkin hanya menunggu
kepasrahan yang kau tawarkan dalam kepingan waktu

aku tak akan pergi dan beranjak
dalam cinta yang telah mengurungku dari jejak
meski kelak aku terjatuh di pusaran luka
karena inilah cinta yang sesungguhnya

Tangerang, 20 Februari 2014

Nyanyian Hati



 
Aku ingin menetap di dadamu
yang kekar menasbihkan namaku
menggenapkan waktu menjadi beku
agar tak ada lagi ruang tunggu
yang mencatat semua manik ragu

Tubuhmu bagai lautan
tempat perahuku melabuhkan kerinduan
meski terombang-ambing riak kecemburuan
dihempas badai dan angin buritan

Duhai kekasih hati
layarkanlah mantra-mantra pecintaan ini
pada senja, dan pada ombak yang tak henti menanti

Aku ingin menetap di dadamu
yang penuh gelombang itu…

Sungguh!

Tangerang, 18 Februari 2014

Lelayang



 
jika rindu sudah enggan bertandang
kemana cinta dibawa dendang
sedang luka telah meradang
tinggallah bimbang
bagai lelayang

mencoba pasrah
dalam ragu dan gelisah
satu asa yang tetap singgah
meski air mata tak sudah-sudah
doa adalah kesetiaan yang terindah

Tangerang, 16 Februari 2014

Kelud Mengirim Kalut



 
alam kembali bergelut
antara debu dan maut
kau kirim kepingan kalut
yang hanyut dalam kemelut

langit duka semburat
adalah lembu suro yang sekarat
cinta dewi kilisuci telah berkhianat
tertulis dalam sebuah hikayat

kelud, begitu kusut
memuntahkan semua isi perut
seperti yang pernah tersebut
bumi pun kian mengabut

Tangerang, 14 Februari 2014


* Dimuat di buku Tuhan Ingin Menyapa: Antologi Puisi Peduli Bencana JPIN 2014 (Oase Qalbu, 2014)
Judul : Tuhan Ingin Menyapa (Antologi Puisi Peduli Bencana JPIN 2014) bersama Anggrahini Kd, Ririn Rahayu Astuti Ningrum (Nimas Kinanthi), Novy Noorhayati Syahfida, dkk
Penerbit : Penerbit Oase Qalbu
ISBN : 978-602-7645-27-1
Cetakan : 2014
Tebal : 71 hal