Selasa, 22 November 2016

Bersamamu


 
duduk aku diam-diam di belakangmu
aku tak ingin mengganggu
atau membuyarkan konsentrasimu

duduk aku diam-diam bersamamu
melewati rumpunan pohon bamboo
dan rumah berpagar biru

duduk aku diam-diam seperti biasanya
melerai waktu tanpa tanya
sesekali memandang deretan bunga kana

duduk aku
diam-diam di belakangmu
tak lagi ragu

Tangerang, 22 November 2016

Kuping Gajah*, Sepenggal Kenang Yang Memudar


 
pada setiap kunyahan rasa
tergambar bayang wajah orang-orang tercinta
pada aroma tungku di pinggiran desa
pada bentang sawah di hadapan mata

betapa waktu berputar bebas
gigitan pertama, kenangan nenek terpampang jelas
gigitan kedua, ingatan tentang kakek tergores
gigitan selanjutnya, memori rumah kecil di balik gunung menerabas

ah, kenangan berlari tak terhenti
sepenggal ingatan tetap tersimpan di toples ini

Tangerang, 18 November 2016

*kuping gajah merupakan nama salah satu jenis kue tradisional

Rabu, 16 November 2016

Di Bawah Hujan


di bawah hujan yang turun
ingatan jatuh merimbun

melaju sepanjang trotoar basah
pada pendar pagi yang pecah

di bawah hujan yang beringsut
halimun tersangkut

segala kenang
jatuh menghilang

Tangerang, 16 November 2016|

Sunya



selalu jalan ini yang kaupilih
di antara pohon kapuk randu yang mulai memutih
berliku; menjadi jejak sunyi dalam ingatan
menjadi petunjuk bagi sesiapa yang kehilangan
dan kau menyebutnya sebagai kesementaraan

sebab yang abadi hanyalah nama-nama
namaku, namamu, namanya
selebihnya hanya kesunyian panjang
dalam deretan almanak yang terbentang
sepi menghajar bukan kepalang

telah sampai kita, pada kebaikan waktu
yang lantang memekik tanpa ragu
meninggalkan gemanya di atas batu-batu
untuk tiba pada ujung adegan
bernama; kesetiaan

Tangerang, 14 November 2016

Hujan November



hujan turun sejak siang
selaksa kenangan sibuk berlarian
ada rindu yang diam-diam menggenang
di beranda depan. menjalar hingga ke halaman

ini hujan di bulan ke sebelas
segala wangi cemas yang tak berbatas
segera bergegas
menuju arah yang kian lepas

biarlah!

ini hidup harus terus berjalan
terus melangkah meski beribu tantangan
berjuta halangan perlahan berdatangan
begitu sesak, menanggung ragam beban
demikianlah kenyataan

biar, biar sajalah!

Tangerang, 12 November 2016