Selasa, 28 Maret 2017

Merapal Sekar Jagad*


dari lembar-lembar mori hingga sutra
lilin malam menebarkan mantra
mencipta gores warna pemikat netra

merah, kuning, nila hingga soga kayu
melambai-lambai tertiup bayu
mencipta sulur-sulur dari masa lalu

pada canting labirin
jagat raya tumpah dalam sehelai kain
membawa harapan dan ragam ingin

Tangerang, 28 Maret 2017

*Sekar Jagad adalah salah satu motif batik khas Indonesia yang memiliki makna filosofis keindahan dan keanekaragaman.

Sajak Retak

kubaca sajak-sajakmu yang retak
cahaya bulan yang tinggal sepetak
temani jantung yang kadang begitu keras berdetak

meraba waktu, dalam dadaku
kepergian yang ternyata berbuah sembilu
sungguh ini ngilu yang tak segera berlalu

kubaca dan kubaca kembali sajak-sajakmu
menelusuri debar kenangan masa lalu
adakah namaku masih terselip di situ?

Tangerang, 24 Maret 2017 (E)

Ngarat Minangkabau* Di Atas Kanvas


barangkali, ini yang kau lihat
lembah curam yang elok terpahat
dihiasi sungai yang berkelok-kelok hangat

singgalang tampak menjulang
berpadu dengan jurang-jurang yang membentang
aliran batang sianok terpampang memanjang

awan-awan tipis di atas cakrawala
dengan kombinasi putih-biru di sela-sela
sungguh keindahan yang tiada tara

Tangerang, 19 Maret 2017


*Ngarat Minangkabau adalah lukisan karya Basuki Abdullah.
**Basuki Abdullah lahir pada tanggal 27 Januari 1915 di Surakarta, Jawa Tengah dan meninggal pada tanggal 5 November 1993.

Memandang Kebun Cengkeh Affandi


pada goresan-goresan yang mencipta makna
ragam warna warni membentuk perspektif rasa

nun di sana, matahari di atas bukit
kau beri sinar begitu terik

tampak awan biru bersuka cita
menyambut pokok-pokok cengkeh yang berbunga

daunnya bergoyang-goyang tertiup angin
menempuh hasrat yang begitu ingin

Tangerang, 17 Maret 2017


*Kebun Cengkeh adalah lukisan karya Affandi Koesoema.

**Affandi Koesoema lahir di Cirebon pada tahun 1907 dan meninggal pada tahun 1990.

Bamboo Woods*

serumpun ia tumbuh bersama
di bawah birunya cakrawala
dilambaikan batang-batangnya
ketika angin memujanya
diam-diam ditanamnya bunyi pada pucuk rebung
agar kau tak kesepian bila kelak berkunjung
hingga kini batang-batang bambu terus saja melengkung
ke hulu hatimu yang murung

Tangerang, 15 Maret 2017

*Bamboo Woods adalah lukisan karya Abdullah Suriosubroto.
**Abdullah Suriosubroto lahir di Semarang tahun 1878 dan meninggal di Yogyakarta tahun 1941.

Jumat, 10 Maret 2017

Di Situs Gunung Padang*, Batu-Batu Riuh Berbicara




batu-batu berserak
membentuk punden berundak

batu-batu mengabarkan ragam wajah
dalam lipatan sejarah

konon, batu-batu besar di atas gunung padang
tempat prabu siliwangi membangun istana dalam semalam

kelak, batu-batu memahat restu
dari waktu ke waktu

Tangerang, 11 Maret 2017

*Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat yang berada di perbatasan Dusun Gunung Padang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.

Puisi Kelahiran



di tepian pantai, ombak meninggalkan jejaknya
memberi tanda pada setiap keberangkatan dan kepulangan
di pergelangan waktu, usia merambat tanpa jeda
menuju titik persinggahan

seperti puisi yang tumbuh di sela batu karang
begitu tabah dihempas gelombang
sejatinya, kebahagiaan adalah perihal yang senantiasa
diperjuangkan dalam setiap doa-doa

demikianlah almanak memberi tanda
pada detak kelahiran di ujung senja

Tangerang, 09.03.2017

Waruga*; Perjalanan Menuju Surga




kubur batu berpayung awan-awan
tempat para dotu-dotu bersemayam
di antara raga yang berdiam di tanah negeri
wengkow dan kelung terbaring sunyi
pada cungkup tertulis relief masa lalu
yang tak habis ditetak waktu
saat teduh langit berpayung angkasa
doa-doa diterbangkan menuju surga

Tangerang, 8 Maret 2017

*Waruga adalah peti jenazah kecil yang berbentuk kubus dan ditutup dengan batu lain yang berbentuk atap rumah. Waruga merupakan peninggalan budaya Minahasa (Sulawesi Utara).

Legenda Nekara Selayar


 
tertulis dalam perjalanan sawerigading bersama we cuddai, sang isteri
gendang perunggu seluas lingkaran 396 sentimeter persegi
dibawa ke tanah negeri
16 gajah, 54 burung, 18 ikan, dan 11 pohon sirih
ornamen 4 arca berbentuk katak turut menghiasi

sebagai perangkat upacara
pelantikan para raja-raja
nekara dikelilingi sebanyak 12 kali
ditengahnya diletakkan sesaji

sebagai prosesi pemanggil hujan
pada musim kemarau dan kekeringan
nekara dipukul seraya memanjat doa
proses mula dari sebuah upacara

pada akhirnya
setiap nekara* ialah kalampoang
dari peninggalan nenek moyang

Tangerang, 5 Maret 2017

*Nekara atau Gendang Dong Son adalah gendang perunggu berbentuk seperti dandang berpinggang pada bagian tengahnya dengan selaput suara berupa logam atau perunggu. Nekara yang tertua di dunia terdapat di Pulau Selayar, yaitu sebuah pulau yang terletak di wilayah Sulawesi Selatan.