Selasa, 28 Maret 2017

Sajak Retak

kubaca sajak-sajakmu yang retak
cahaya bulan yang tinggal sepetak
temani jantung yang kadang begitu keras berdetak

meraba waktu, dalam dadaku
kepergian yang ternyata berbuah sembilu
sungguh ini ngilu yang tak segera berlalu

kubaca dan kubaca kembali sajak-sajakmu
menelusuri debar kenangan masa lalu
adakah namaku masih terselip di situ?

Tangerang, 24 Maret 2017 (E)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar