Senin, 08 Agustus 2016

Menemukan Kenangan



_ir

dan kita pun menemukan gerimis kenangan
dari masa lalu yang pernah terabaikan
lembar demi lembar surat yang menyeru rindu
pernah alpa, hilang tak menentu

pada kota kesekian
pelukan waktu menaburkan wangi pertemuan
menelusuri lorong demi lorong patahan ingatan
mencari jalan rahasia di antara serpihan-serpihan

di ujung senja yang telah terkirim
kita adalah sepasang yang tak mengenal musim

Tangerang, 9 Agustus 2016|

Jumat, 05 Agustus 2016

Malam Di Jalan Sultan Agung



malam meminang sunyi saat kau datang ke kotaku
gerimis jatuh di sudut-sudut jalan itu
kutempuh perjalanan jauh demi mendapatkan tatapanmu yang badai
meski tak sejauh perjalananmu mengurai catatan yang tak pernah selesai
perihal senja memang menjadi pembicaraan yang tak usai\

lampu-lampu di sepanjang trotoar telah menyala
sepasang matamu meredup di bawah pekatnya cakrawala
kurekam semua lekuk jalan, hingga aroma tubuhmu
lengkap dengan pendar kenang menuju satu-satunya berandamu
yang begitu haru, begitu biru

hingga akhirnya kita akan dipecah oleh takdir dan berbagai keinginan
yang membuat kita saling mengingat atau malah melupakan
barangkali ini hanya semacam ingatan
sebelum datang ucapan perpisahan
berubah menjadi lambaian tangan

Sultan Agung-Ciledug, 04.08.2016

Tiga Apel Dan Sekeranjang Mawar



di kota beraroma poci kau pernah meminta
tiga buah apel merah dan juga
sekeranjang mawar rekah menyala

tak kubawa bukan karena lupa
tapi waktu yang tak berpihak pada
takdir perjalanan serta likunya cuaca

lalu kau diam; memandang kalut
mendung pun tiba-tiba bergelayut
tapi saat itu nyaliku terlalu hanyut

di lain kota, tiga buah apel kau pesan kembali
tanpa rekah mawar tanpa namaku lagi
hanya tersisa nyeri di dada kiri

Perempatan Srengseng, 1 Agustus 2016 (E)

Kamis, 04 Agustus 2016

Di Kafe


 
di atas meja secangkir teh tergeletak suram
teh yang sedingin kelam malam
kau sibuk mengenakan selimut untuk menahannya
seumpama gerimis di luar sana
dadaku adalah beranda
tempat segala berpulang dan mengada

Tangcity, 31 Juli 2016

Trah*



barangkali, merah darah di dadamu itu
kelak dikekalkan oleh waktu
di hadapan musim, segalanya mendadak asing
tak terjamah hening
sepasang ingatan tak hentinya menjelajah masa lalu
kau, aku, seumpama ikatan satu

pada kunjungan yang kesekian
kita saling mengenang di meja perjamuan

Tangerang, 27 Juli 2016

*Trah adalah sekelompok individu yang saling memiliki hubungan kekerabatan (silsilah) satu-sama lain.